MANAJEMEN MENURUT PARA AHLI (SOFTSKILL)
JAMES A.F. STONER
Pengertian
manajemen menurut James A.F. Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian
dan penggunaan terhadap sumberdaya organisasi lainnya supaya tujuan organisasi
dapat tercapai sesuai dengan yang ditetapkan.
PETER F. DRUCKER
Peran Manajer
Dalam Organisasi: Efektif dan Efisien Manajemen diperlukan agar tujuan
organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien. Efektif menurut Peter F.
Drucker adalah “mengerjakan pekerjaan yang benar”. Sedangkan Efisien adalah
“mengerjakan pekerjaan dengan benar”.
Agar manajemen yang dilakukan mengarah kepada
kegiatan bisnis secara efektif dan efisien, maka manajemen perlu dijelaskan
berdasarkan fungsi fungsinya/dikenal sebagai fungsi-fungsi manajemen (fungsi
perencanaan, pengorganisasian pengimplementasian, serta pengendalian dan
pengawasan). Disamping pengertian dan definisi manajemen yang sudah diuraikan
tadi, McFarland, 1979 juga mengemukakan empat pengertian manajemen yang biasa
digunakan dalam kehidupan sehari-hari:
ü
proses-proses pengorganisasian; yakni
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, penggiatan dan pengevaluasian.
ü
Kata manajemen juga berarti karir atau jabatan.
ü
Kata manajemen juga dapat berarti kelompok orang
yang bertanggungjawab dalam menjalankan sebuah organisasi.
ü
Kata manajemen juga dapat merupakan sebuah ilmu
atau seni untuk mengatur orang lain.
“POAC”
(Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling).
Dua fungsi yang pertama dikategorikan
sebagai kegiatan mental sedangkan dua berikutnya dikategorikan sebagai kegiatan
fisik. Suatu manajemen bisa dikatakan berhasil jika keempat fungsi di atas bisa
dijalankan dengan baik. Kelemahan pada salah satu fungsi manajemen akan
mempengaruhi manajemen secara keseluruhan dan mengakibatkan tidak tercapainya
proses yang efektif dan efisien.
FUNGSI PERENCANAAN ( PLANNING )
Adalah proses yang menyangkut upaya yang
dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan
penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan
organisasi. Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan antara lain :
^> Menetapkan pasar sasaran.
^> Merumuskan strategi untuk mencapai
pasar sasaran tersebut.
^> Menentukan sumber-sumber daya yang
diperlukan.
^> Menetapkan standar / indikator
keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan pasar sasaran.
Strategi dan taktik dalam fungsi
perencanaan dapat ditentukan dengan menggunakan metode analisis SWOT. Analisis SWOT (Strength, Weakness,
Opportunity and Threat) adalah metode perencanaan strategis yang digunakan
untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek
atau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang
spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal
dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Analisis SWOT dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal
yang terlibat sebagai inputan untuk perancangan proses sehingga proses yang
dirancang dapat berjalan optimal, efektif, dan efisien. Namun analisis SWOT
bisa sangat subjective. Bisa saja terjadi 2 orang menganalisa 1 perusahaan yang
sama menghasilkan SWOT yang berbeda. Dengan demikian, hasil analisa SWOT hanya
boleh digunakan sebagai arahan dan bukan pemecahan masalah.
FUNGSI PENGORGANISASIAN ( ORGANIZING )
Adalah proses yang menyangkut bagaimana
strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam
sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan
organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam
organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan
organisasi. Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian antara lain :
^> Mengalokasikan sumber daya /
sarana, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang
diperlukan.
^> Adanya struktur organisasi yang
menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab, sehingga setiap pekerja
akan bergerak dan bertindak sesuai dengan job description dan kewenangannya dan
memiliki tanggung jawab dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang telah
dilaksanakan.
^> Kegiatan pelatihan dan pengembangan
sumber daya manusia/tenaga kerja, hal ini sangatlah penting agar dapat
menyegarkan dan menambah wawasan pekerja.
FUNGSI PENGARAHAN DAN IMPLEMENTASI (
ACTUATING )
Adalah proses implementasi program agar
dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi
agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh
kesadaran dan produktifitas yang tinggi. Kegiatan dalam Fungsi Pengarahan dan
Implementasi antara lain :
^> Mengimplementasikan proses
kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar
dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan.
^> Memberikan tugas dan penjelasan
rutin mengenai pekerjaan dan menjelaskan kebijakan yang ditetapkan.
FUNGSI PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
(CONTROLING )
Adalah proses yang dilakukan untuk
memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan
dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan
sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang
dihadapi. Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian antara lain :
^> Mengevaluasi keberhasilan dalam
pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah
ditetapkan. Hal ini harus secara rutin dilakukan supaya terlihat pada point
mana target yang telah tercapai dan target yang belum tercapai sehingga dapat
diambil langkah penyelesaian.
^> Mengambil langkah klarifikasi dan
koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan. Langkah ini harus selalu
dilakukan agar setiap kesalahan yang ada dapat segera diperbaiki.
“POLC” ( Planing, Organizing, Leading, And
Controling ).
1. Fungsi Perencanaan / Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan
membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
2. Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah suatu
kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang
dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta
menggapai tujuan perusahaan.
3. Fungsi Pengarahan / Directing / Leading
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi
kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara
maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain
sebagainya.
4. Fungsi Pengendalian / Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu
aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian
dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.
Manajemen Henry Fayol
Menurut Henry Fayol. bahwa pengertian
manajemen yang ada dalam bukunya General Industrial Management bahwa manajemen
adalah proses tertentu yang terdiri dari kegiatan merencanakan,
mengorganisasikan, menggerakkan sumber daya manusia dan menggandakan
pengendalian dalam rangka mencapai tujuan.
Mintzberg
Mengidentifikasi 10 peran seorang manajer yang dikelompokan dalam 3 bagias besar, adalah peran interpersonal, informational, dan decision roles.
Interpersonal, merupakan peran seorang manajer dalam hubungannya dengan karyawannya. Yang termasuk bagian ini adalah :
Figurehead, manajer sebagai panutan dan simbol suatu organisasi. Kegiatan manajer yang ada pada bagian ini adalah ketika seremonial, seperti seorang Presiden yang harus mengikuti upacara kemerdekaan sebagai simbol pemimpin dari negara yang merdeka
Leader, manajer perlu memberikan arahan dan motivasi kepada bawahannya. Sebagai pemimpin, ini bisa dibilang sebagai tugas utama dan terutama dari seorang manajer, yaitu memberi arahan. Secara hubungan sosial, seorang manajer juga harus memotivasi agar bawahannya dapat bekerja dengan semangat.
Liaison, menjaga saluran komunikasi, baik di dalam maupun di luar organisasi.
Informational, merupakan peran seorang manajer yang berhubungan dengan informasi yang ada dalam organisasi. Informasi harus dipastikan kebenarannya, lalu disebarkan ke seluruh pihak yang membutuhkan informasi terkait. Yang termasuk bagian ini adalah :
Monitor, mencari dan menerima informasi dan melihat singkat laporan dari bawahan. Tugas ini berkaitan dengan tugas mengetahui secara menyeluruh kondisi di dalam organisasi. Seorang manajer harus mengetahui kondisi terkini dari organisasi yang dikelolanya.
Disseminator, meneruskan informasi yang manajer peroleh kepada anggota organisasi (internal).
Spokesperson (juru bicara), seorang manajer juga bertanggung jawab menyampaikan informasi ke pihak luar yang terkait.
Decisional roles, merupakan peran seorang manajer dalam mengambil keputusan bagi tercapainya tujuan organisasi. Yang termasuk dalam decisional roles adalah:
Entrepreneur, mewakili proyek perbaikan dan mengidentifikasikan ide.
Disturbance handler, mengambil tindakan korektif selama terjadi krisis, menyelesaikan konflik antar bawahan, beradaptasi dengan lingkungan.
Resource allocator, memutuskan siapa yang memperoleh sumber daya, menentukan jadwal dan anggaran, menetapkan prioritas.
Negotiator, mewakili departemen selama negosiasi kontrak kerja, penjualan, pembelian, dan anggaran.
Mintzberg
Mengidentifikasi 10 peran seorang manajer yang dikelompokan dalam 3 bagias besar, adalah peran interpersonal, informational, dan decision roles.
Interpersonal, merupakan peran seorang manajer dalam hubungannya dengan karyawannya. Yang termasuk bagian ini adalah :
Figurehead, manajer sebagai panutan dan simbol suatu organisasi. Kegiatan manajer yang ada pada bagian ini adalah ketika seremonial, seperti seorang Presiden yang harus mengikuti upacara kemerdekaan sebagai simbol pemimpin dari negara yang merdeka
Leader, manajer perlu memberikan arahan dan motivasi kepada bawahannya. Sebagai pemimpin, ini bisa dibilang sebagai tugas utama dan terutama dari seorang manajer, yaitu memberi arahan. Secara hubungan sosial, seorang manajer juga harus memotivasi agar bawahannya dapat bekerja dengan semangat.
Liaison, menjaga saluran komunikasi, baik di dalam maupun di luar organisasi.
Informational, merupakan peran seorang manajer yang berhubungan dengan informasi yang ada dalam organisasi. Informasi harus dipastikan kebenarannya, lalu disebarkan ke seluruh pihak yang membutuhkan informasi terkait. Yang termasuk bagian ini adalah :
Monitor, mencari dan menerima informasi dan melihat singkat laporan dari bawahan. Tugas ini berkaitan dengan tugas mengetahui secara menyeluruh kondisi di dalam organisasi. Seorang manajer harus mengetahui kondisi terkini dari organisasi yang dikelolanya.
Disseminator, meneruskan informasi yang manajer peroleh kepada anggota organisasi (internal).
Spokesperson (juru bicara), seorang manajer juga bertanggung jawab menyampaikan informasi ke pihak luar yang terkait.
Decisional roles, merupakan peran seorang manajer dalam mengambil keputusan bagi tercapainya tujuan organisasi. Yang termasuk dalam decisional roles adalah:
Entrepreneur, mewakili proyek perbaikan dan mengidentifikasikan ide.
Disturbance handler, mengambil tindakan korektif selama terjadi krisis, menyelesaikan konflik antar bawahan, beradaptasi dengan lingkungan.
Resource allocator, memutuskan siapa yang memperoleh sumber daya, menentukan jadwal dan anggaran, menetapkan prioritas.
Negotiator, mewakili departemen selama negosiasi kontrak kerja, penjualan, pembelian, dan anggaran.
TEORI ORGANISASI KLASIK HENRY FAYOL
(1841-1925).
Teori organisasi
klasik mengklasifikasikan tugas manajemen yang terdiri atas :
1. Technical = kegiatan
memproduksi produk dan mengorganisirnya.
2. Commercial = kegiatan membeli
bahan dan menjual produk.
3. Financial = kegiatan
pembelanjaan.
4. Security = kegiatan menjaga keamanan.
5. Accountancy = kegiatan akuntansi
6. Managerial = melaksanakan fungsi
manajemen, yang terdiri atas :
- Planning = kegiatan perencanaan
- Organizing = kegiatan
mengorganisasikan
- Coordinating = kegiatan
pengkoordinasian
- Commanding = kegiatan pengarahan
- Controlling = kegiatan
pengawasa
Max Weber (1864-1920).
Max Weber
mengemukakan tipe ideal birokrasi memiliki beberapa prinsip sebagai berikut.
1. Peraturan atau
aturan yang ada dalam birokrasi sangat jelas dan tegas sekali. Hal yang
demikian diperlukan dalam birokrasi terutama untuk menegakan ketertiban dan
kelangsungan dari birokrasi itu sendiri.
2. Terdapat ruang
lingkup kompetensi yang jelas. Orang-orang yang ada dalam birokrasi memiliki
tugas-tugas dan pekerjaan yang dirumuskan secara jelas dan tegas, serta
memiliki kewenangan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas atau
pekerjaan yang diberikan itu. Jadi prinsip pembagian kerja (Division of Labour)
merupakan aspek integraldari birokrasi.
3. Sumber dari
otoritas atau kewenangan adalah keterampilan teknis, kompetensi dan keahlian
(expertise). Ini merupakan ukuran yang objektif dan berlaku bagi siapapun yang
memenuhi kualifikasi dan persyaratan yang ada dapat dipromosikan pada suatu
jabatan atau posisi tertentu dalam birokrasi.
4. Para pelaksana
atau staf administrasi secara tegas dipisahkan dari para pemilik modal atau
alat produksi. Pemilikian alat produksi dan modal dipisahkan dari kepemimpianan
ini dilakukan sebagai upaya untuk dapat membuat keputusan yang rasional dan
objektif.
5. Prinsip
hierarki menunjukan bahwa tiap-tiap bagian yang lebih rendah posisinya, selalu
berada dibawah perintah dan selalu dibawah pengawasan dari posisi yang lebih
tinggi. Garis komunikasi lebih bersifat vertikal daripada bersifat horizontal.
6.
Tindakan-tindakan, keputusan-kkeputusan dan aturan-aturan semuanya
diadministrasikan dan diarsipkan secara tertulis. Proses pelaksanaan fungsi
organisasi merupakan suatu yang dapat diketahui oleh siapa pun dan bersifat
publik.
Keenam prinsip diatas kemudian dipilah
menjadi dua, yaitu prinsip-prinsip struktural dan prinsip-prinsip
prosesual. Prinsip struktural menunjuk pada beberapa hal penting. Pertama,
pekerjaan tidak dirancang sebagai sesuatu yang mudah dan spele. Pekerjaan
dirancang paling tidak bersifat emosional tetapi efisien dan memiliki tingkat
konflik kepentingan yang minimum. Kedua, segala sesuatu menjadi bersifat umum
dan tegas. Fungsi-fungsi dirumuskan secara jelas dan tegas, orang-orang yang
ada dalam birokrasi dapat disalingtukarkan pada posisi-posisi yang tepat.
Referensi :
https://mdm2010.wordpress.com
http://hernawansn.blogspot.co.id
http://hanaamee.blogspot.co.id
http://www.organisasi.org

Komentar
Posting Komentar